Balipustakanews.com, Denpasar – Ketua Dewan Kehormatan Mahkamah Konstitusi (MKMK) I Dewa Gede Palguna termasuk di antara korban pengusiran ormas Patriot Garuda Nusantara (PGN) dari acara Forum Air Rakyat (PWF) di Hotel Oranjje, Denpasar, Bali. Palguna mengecam tindakan brutal ormas tersebut.
“Saya menyayangkan tindakan tersebut. Pertama, terjadi pada saat reformasi belum melewati seperempat abad yang disebut era demokrasi. Kedua, saya datang untuk menyajikan Konstitusi Indonesia dengan cara seperti itu. Ormas PGN sendiri mengusir Palguna dari lokasi pada Selasa (21 Mei). Dia ditolak masuk ke hotel tempat Forum Air untuk Rakyat sedang dibahas.
Palguna mengatakan, saat itu banyak orang bertopeng dan bertopi yang mengusirnya. Mereka melarangnya masuk tanpa alasan yang jelas.
Anggota ormas tersebut kemudian menanyakan soal ajakan mengikuti forum tersebut, namun diduga ditolak. Palguna menjawab hanya ingin bertemu dengan komisi.
“Tapi yang memakai masker dan topi tetap tidak mengizinkan. Ya, saya pulang saja,” imbuhnya.
“Untuk apa berdebat dengan orang yang tidak tahu apa yang mereka lakukan, karena itu hanya perintah. Lebih baik aku pulang saja,” tutupnya.
Perampokan diduga dilakukan oleh Ormas PGN yang mengatasnamakan polisi dan Pj Gubernur Bali. Pembicara dan panelis PWF 2024 mendapat intimidasi baik secara verbal maupun fisik. Water for the People Forum merupakan ajang kompetisi World Water Forum (WWF) ke-10 yang diselenggarakan di Bali.
Berkedok instruksi gubernur, peserta diskusi diintimidasi oleh puluhan anggota ormas. Mereka memaksa acara tersebut dihentikan.
Puluhan warga yang mengenakan masker, kacamata hitam, dan helm bergegas menuju lokasi kejadian. Poster dan poster yang ada di dalam gedung dicopot paksa.
Salah satu pimpinan ormas PGN, Pariyadi, mengklaim pembubaran Forum Air Rakyat berdasarkan keputusan Gubernur Bali.
“Perintah Gubernur melarang tindakan tersebut. Kami Patriot Garuda Nusantara menolak tindakan tersebut dan sudah tidak berlaku lagi,” kata Pariyadi, Senin (20 Mei). (PR/DTK)




Discussion about this post