• Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Profile
  • Pedoman Siber
  • Redaksi
  • Kontak
Monday, April 20, 2026
Balipustakanews
  • Home
  • News
  • Bali
  • Teknologi
  • Ekbis
  • Health
  • Hiburan
  • Seni & Budaya
  • Lifestyle
  • Seksologi
  • Zodiak
  • Opini
  • Review
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Bali
  • Teknologi
  • Ekbis
  • Health
  • Hiburan
  • Seni & Budaya
  • Lifestyle
  • Seksologi
  • Zodiak
  • Opini
  • Review
No Result
View All Result
Balipustakanews
Home Lifestyle Travel

5 Air Terjun Yogyakarta yang Hanya Ada Saat Musim Hujan

reda/tor by reda/tor
February 2, 2022
in Travel
5 Air Terjun Yogyakarta yang Hanya Ada Saat Musim Hujan
Share Share Share

ArtikelTerhubung

Polisi Tertibkan Ojek Tak Resmi Gunakan Atribut Ojol di Kawasan Canggu

Polisi Tertibkan Ojek Tak Resmi Gunakan Atribut Ojol di Kawasan Canggu

October 27, 2025
Pujawali Purnama Kelima, Jalur Pendakian Gunung Agung Ditutup 15 Hari

Pujawali Purnama Kelima, Jalur Pendakian Gunung Agung Ditutup 15 Hari

October 23, 2025

BALIPUSTAKANEWS – Wisata alam di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), memang terkenal akan keindahan alamnya yang memesona.  Selain bukit dan pantai, Yogyakarta juga memiliki banyak air terjun indah yang bisa dikunjungi saat liburan.  Sayangnya, ada beberapa air terjun yang hanya bisa dikunjungi saat musim hujan. Saat musim kemarau, air terjun itu kering.

Berikut ini adalah daftar air terjun di Yogyakarta, yang hanya ada saat musim hujan dan wajib dikunjungi sebelum kembali mengering.

1. Kedung Kandang Nglangeran

Air terjun pertama yang akan dibahas adalah Kedung Kadang Nglangeran. Lokasinya ada di Nglanggeran, Patuk, Gunungkidul, Yogyakarta. Bulan Desember sampai April  merupakan waktu yang tepat untuk datang ke air terjun ini, karena sifatnya yang musiman.  Jadi saat musim kemarau, air terjun ini tak bisa dinikmati karena kering, sedangkan saat musim hujan aliran airnya deras dan cocok untuk bermain air.

Bentuk air terjun ini berundak tapi landai, jadi para pengunjung bisa bermain air di antara bebatuannya. Jam buka Air Terjun Kedung Kandang adalah dimulai pukul 08.00 WIB sampai dengan 17.00 WIB.

2. Luweng Sampang

Selanjutnya, air terjun di Yogyakarta yang juga hanya muncul di musim hujan adalah Luweng Sampang. Air terjun ini terlihat sangat unik, karena lokasinya yang berada di antara tebing batu dengan ceruk yang tergerus secara alami oleh air. Datang ke Air Terjun Luweng Sampang, membut pengunjungnya seperti berada di luar negeri, karena tempatnya mirip dengan Grand Canyon yang ada di Amerika Serikat (AS).

Bagi wisatawan yang ingin datang ke tempat ini, lokasinya ada di Jalan Juminahan, Kayen, Sampang, Gedang Sari, Gunungkidul, Yogyakarta.

Jam buka wisata air terjun ini adalah dari pukul

3. Air Terjun Randusari

Ingin mencari tempat bersantai, sekaligus tempat renang yang indah di alam bebas, bisa datang ke Air Terjun Randusari.  Alamatnya ada di Jalan Randusari, Rejosari, Jatimulyo, Dlingo, Bantul, Yogyakarta dan hanya butuh waktu satu jam untuk sampai ke lokasi dari pusat kota.

Air terjun di tempat ini sangat jernih dan menurut kisah di masa lalu, tempat ini dulunya dijadikan sumber air bersih untuk warga sekitar, dikutip dari Visiting Jogja.  Ketinggian Air Terjun Randusari sekitar 15 meter, dengan kedalaman airnya mencapai satu sampai 2 meter.

Wisatawan yang ingin berenang dan bermain air bisa datang setiap hari, mulai pukul 06.00 sampai 17.30 WIB.

4. Curug Sidoharjo

Air terjun lainnya di Yogyakarta yang tak kalah indah dan wajib dikunjungi saat musim hujan adalah Curug Sidoharjo. Lokasinya ada di Sumoroto, Sidoharjo, Samigaluh, Kulon Progo, Yogyakarta dan dibuka setiap hari selama 24 jam.

Meski dibuka selama 24 jam disarankan datang saat pagi sampai sore hari, karena jika malam tiba kondisinya sangat gelap, belum lagi jalannya juga cukup terjal.

Melansir dari Dinas Pariwisata Kulon Progo, tinggi air terjunnya sekitar 30 meter dan akses jalan menuju Curug Sidoharjo juga mudah bisa dilewati kendaraan roda empat.

Tiket masuknya cukup murah, per orang hanya wajib membayar sekitar Rp 3.000, itu pun sebagai biaya jasa lingkungan saja.

Biaya parkirnya untuk kendaraan roda dua hanya Rp 2.000, sedangkan kendaraan roda empat dikenakan biaya Rp 5.000.

5. Grojogan Sewu

Yogyakarta Lokasi Grojogan Sewu berada di kawasan Bukit Menoreh tepatnya ada di Beteng, Jatimulyo, Girimulyo, Kulon Progo, Yogyakarta.  Dari pusat Kota Yogyakarta membutuhkan waktu sekitar 1,5 jam perjalanan dengan kendaraan untuk sampai lokasi, dikutip dari Direktori Pariwisata Indonesia.

Kemudian, untuk sampai ke Grojogan Sewu, wisawatan harus berjalan sejauh 200 meter dari pintu masuknya.  Air Terjun Grojogan Sewu memiliki beberapa area yang bisa didatangi pengunjung, yakni Taman Grose, Kolam, Gazebo, dan Goa Pleret.

Wisatawan bisa datang kapan saja, karena air terjun ini dibuka setiap hari mulai pukul 08.00 WIB sampai 18.00 WIB.

(LP/GOOGLE)

Tags: Travel
ShareSendTweet
Next Post
Daftar Pemain Timnas Indonesia U-23

Daftar Pemain Timnas Indonesia U-23

Discussion about this post

Bali

Anjay Kelasss

by admin
October 31, 2025
0

Anajay guninjay

Read more
Hadiri Forum CityNet Asia Pacific ke-45, Wagub Giri Prasta Tegaskan Pentingnya Kolaborasi Antar-Kota
Bali

Hadiri Forum CityNet Asia Pacific ke-45, Wagub Giri Prasta Tegaskan Pentingnya Kolaborasi Antar-Kota

October 28, 2025
Pengguna Instagram Kini Dapat Manfaatkan Fitur Edit Stories dengan Bantuan Meta AI
News

Pengguna Instagram Kini Dapat Manfaatkan Fitur Edit Stories dengan Bantuan Meta AI

October 27, 2025
Balipustakanews

Berita Online Bali Terkini & Terpercaya Berita Ekonomi, Bisnis, Wisata, Budaya Bali, Politik, Teknologi, Hukum, Kriminal, Pendidikan di Bali, Nasional & Dunia

Follow Us

Kategori Berita

  • Apps
  • Arak Bali
  • Automotive
  • Badung
  • Bahan Pokok
  • Bali
  • Bangli
  • Bawaslu badung
  • Bisnis
  • Buleleng
  • COK ACE
  • Covid 19
  • Denpasar
  • Edukasi
  • Ekbis
  • Fashion
  • FIFA-U20
  • Film
  • Gadget
  • Gaming
  • Gianyar
  • Gubernur Bali
  • Hari Pahlawan
  • Health
  • Health
  • Hiburan
  • Hukrim
  • I Gusti Ngurah Rai
  • Investasi dan Perekonomian Bali
  • Jakarta
  • Jembrana
  • Jepang
  • Karangasem
  • Kawasan Pura Besakih
  • KBLBB
  • KDRT
  • Kebakaran TPA
  • Kios Pedagang
  • Klungkung
  • Kuliner
  • Lifestyle
  • Liga Kampung
  • Mangupura
  • Margarana
  • Medan
  • Musik
  • Nasional
  • News
  • Ngayah
  • Ny putri koster
  • Opini
  • Pahlawan
  • Paritrana Award 2023
  • Pemilu
  • Pemilu 2024
  • Pemprov Bali
  • Penanganan Sampah
  • Pendidikan
  • Pengolahan Sampah
  • Perda Provinsi Bali
  • Perkemahan Pramuka
  • Perlindungan Anak
  • Pilpres 2024
  • Pj Gubernur Bali
  • Politik
  • Posyandu
  • Pramuka
  • Presiden RI
  • Program Pengelolaan sampah berbasis sumber
  • Pulau Samosir
  • Pura Agung Besakih
  • Review
  • Seksologi
  • Seni & Budaya
  • senimam
  • SP4M-LAPOR
  • Sports
  • Startup
  • Stunting
  • Tabanan
  • Teknologi
  • TP PKK
  • Travel
  • U – 20
  • UMKM
  • Warisan Leluhur
  • World
  • Zodiak

Berita Terbaru

Anjay Kelasss

October 31, 2025
Hadiri Forum CityNet Asia Pacific ke-45, Wagub Giri Prasta Tegaskan Pentingnya Kolaborasi Antar-Kota

Hadiri Forum CityNet Asia Pacific ke-45, Wagub Giri Prasta Tegaskan Pentingnya Kolaborasi Antar-Kota

October 28, 2025
Pengguna Instagram Kini Dapat Manfaatkan Fitur Edit Stories dengan Bantuan Meta AI

Pengguna Instagram Kini Dapat Manfaatkan Fitur Edit Stories dengan Bantuan Meta AI

October 27, 2025
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Profile
  • Pedoman Siber
  • Redaksi
  • Kontak

© 2020 Balipustakanews - Berita Bali Terkini & Terpercaya

No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Bali
  • Teknologi
  • Ekbis
  • Health
  • Hiburan
  • Seni & Budaya
  • Lifestyle
  • Seksologi
  • Zodiak
  • Opini
  • Review

© 2020 Balipustakanews - Berita Bali Terkini & Terpercaya