Balipustakanews.com, Karangasem – Musim kemarau menjelang di beberapa wilayah Kabupaten Karangasem Bali. Akibatnya, sebagian warga sulit mendapatkan air bersih.
Salah satu warga, I Nyoman Sumerta, bahkan belum mendapat air sejak Januari lalu. Selain itu, tangki air hujan di rumahnya sudah mengering. Ia harus membeli air bersih dari kapal tanker untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Saat ini saya membeli air seharga Rp 200 ribu dari mobil tangki yang berisi 6.000 liter air. Saya rutin membeli air setiap musim kemarau dimulai,” kata Sumerta, Kamis (30 Mei).
Dalam sebulan, Sumerta bisa membeli air dari tangki hingga tiga kali lipat, karena jumlah orang di rumahnya cukup banyak. Air ini digunakan untuk mencuci, mandi dan memasak.
Sumerta mengaku biaya pembelian air bersihnya naik karena harga tangki naik. “Saya beli Rp 150.000 per tangki. Itu karena bahan bakarnya bertambah,” kata warga Banjar Dinas Batumadeg di Desa Besakih, Kecamatan Rendang, Karangasem.
Warga lainnya, Wayan Eka Nanda, menjawab tiga uang. Meski berusaha berhemat, ia terpaksa membeli air bersih dari truk tangki selama sebulan terakhir.
“Sampai saat ini kami telah menampung air hujan di waduk. “Saat ini airnya habis, kami harus membelinya” Eka mengatakan, seluruh warga di wilayahnya tidak kesulitan mendapatkan air bersih karena mereka adalah pelanggan PDAM.
“Ini merupakan rutinitas setiap awal musim kemarau” dikatakan. EkaKalaksa BPBD Kabupaten Karangasem Ida Bagus Ketut Arimbawa belum menerima permintaan air bersih dari warga. BPBD Karangasem biasanya menerima permintaan air bersih ketika musim kemarau tiba.
“Mungkin masih ada waduk di kolam warga,” kata Arimbawa.Namun, Arimbawa mengatakan BPBD Karangasem siap mendistribusikan air bersih ke rumah warga yang membutuhkan di musim kemarau. Ia meminta warga yang airnya habis untuk menginformasikan ke desa.
“Karena permintaan air harus melalui kepala desa. “Setelah itu kami melakukan penjajakan lokal dan kemudian pendistribusiannya,” kata Arimbawa. (PR/DTK)




Discussion about this post