BALIPUSTAKANEWS – Tri Sandya terdiri dari kata Tri yang artinya tiga dan Sandya artinya hubungan, maka Tri Sandya adalah sembahyang tiga waktu yaitu pagi,siang dan sore. Tri Sandya juga dimaknai sebagai ebuah proses penyucian diri untuk menghilangkan sifat-sifat negatif yang disebabkan oleh pengaruh “guna” dan me-ningkatkan sifat-sifat positif (Sattwam) dalam diri manusia. Dengan demikian akan tercipta kehidupan yang lebih baik, tercipta keharmonisan dan keseimbangan baik dengan sesama makhluk maupun dengan alam semesta.

Bagi umat Hindu, Tri sandya dilakukan selama tiga kali sehari yaitu pagi,siang, sore dan juga idealnya di lakukan dengan tepat waktu. Namun terkadang ada yang belum bisa lakukan hal tersebut dengan tepat waktu, ada yang sekali,dua kali dan bahkan hanya senin kami. Hal tersebut terjadi karena berbagai banyak alasan yang dilakukan.
Berikut ini makna dilakukannya sembhyang Tri Sandya di waktu-waktu tersebut
- Pagi hari, saat bangun dari tidur yang gelap. Pikiran masih segar, diharapkan kita mendapatkan semangat dan motivasi untuk berbuat baik di hari ini. Maka tri sandya pagi adalah untuk menguatkan guna sattwam agar dituntun berbuat baik sepanjang hari.
- Siang hari, saat siang semangat kerja tinggi, guna rajas menguat. Agar tetap dalam batasan dharma maka perlu dikendalikan guna rajas tersebut dengan melakukan tri sandya tengah hari.
- Sore hari, saat malam menjelang, panggilan untuk beristirahat atau tidur. Saat ini guna tamasika menguat dan untuk mengatasinya agar tidak terpengaruh menjadi malas maka tri sandya sore dilakukan.
Demikian kurang lebih manfaatnya tiada lain untuk menjaga diri agar tetap sadar dan eling menghindari diri berbuat dosa/karma buruk. Catatannya tentu dilakukan dengan disiplin dan penuh penghayatan.
Umat yg ragu karena belum bisa melaksanakan tepat waktu, apakah salah, boleh atau tidak? Hal itu dalam Hindu tidak ada paksaan, sesuai kemampuan. Hindu hanya mengenal hukum karma, kalau melakukan baik maka hasil baik, melakukan kurang maka hasil kurang. Jadi kalau di ibaratkan mandi, dalam sehari sekali saja tidak cukup, ibarat makan sekali saja tidak cukup, kekurangan itu dapat menyebabkan sakit. Demikian juga dengan tri sandya, ada manfaat yang kurang jika dilakukan tidak lengkap.
Umat juga ragu dengan pelaksanaan tri sandya yang tidak tepat waktu meskipun kuota tiga kali tercapai. Ya itu tidak apa sekali lagi tidak ada paksaan. Namun jika melakukan sesuatu tidak pada waktu yg tepat tentu beda maknanya. Seperti tidur malam bangun pagi itu menyegarkan, tidur pagi bangun sore itu membuat lemas. Demikian juga tri sandya, kurang pas waktunya lain manfaatnya. (CF/Google)




Discussion about this post