Balipustakanews.com, Buleleng – Untuk menekan angka kasus rabies di wilayah Bali Utara, Dinas Pertanian (Distan) Buleleng intensif melakukan vaksinasi rabies. Selain vaksinasi massal, peran Tim Siaga Rabies (Tisira) di desa-desa menjadi ujung tombak pencegahan.
Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Distan Buleleng, Made Suparma, menyampaikan bahwa populasi hewan penular rabies (HPR), khususnya anjing, diperkirakan mencapai lebih dari 80 ribu ekor. Oleh karena itu, penanggulangan rabies difokuskan pada vaksinasi menyeluruh dan pemantauan ketat lewat Tisira.
“Tisira sangat berperan dalam pemantauan serta memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pencegahan rabies. Upaya vaksinasi ini juga didukung aturan adat di beberapa desa yang membatasi jumlah anjing per rumah serta menganjurkan pemeliharaan anjing jantan untuk mengontrol populasi,” jelas Suparma, Kamis (13/3).
Sejumlah desa di Buleleng telah menerapkan aturan lokal untuk membatasi jumlah anjing yang dipelihara, serta mengedukasi masyarakat agar hanya memelihara anjing jantan guna menekan jumlah anjing liar. Menurut Suparma, langkah ini cukup efektif dalam mengurangi risiko penyebaran rabies.
Selain melakukan pengawasan, Tisira juga aktif menyosialisasikan pentingnya vaksinasi rabies serta bagaimana memelihara anjing secara bertanggung jawab. Kehadiran tim ini sangat mendukung keberhasilan program vaksinasi dari Distan Buleleng.
Saat ini, sekitar 10 ribu dosis vaksin rabies telah disiapkan untuk anjing-anjing di wilayah tersebut. Distan Buleleng berencana melanjutkan vaksinasi secara masif setelah Hari Raya Idul Fitri, karena tenaga medis hewan saat ini masih difokuskan pada vaksinasi penyakit mulut dan kuku (PMK).
Suparma menegaskan bahwa rabies adalah penyakit mematikan yang belum ada obatnya, sehingga vaksinasi adalah langkah pencegahan yang paling efektif. Ia mengajak masyarakat untuk aktif menjaga hewan peliharaan agar tetap divaksin dan tidak dilepasliarkan.
“Karena rabies tidak bisa disembuhkan, maka pencegahan menjadi kunci utama. Kami berharap masyarakat rutin memberikan vaksin dan menjaga hewan peliharaannya. Peran Tisira juga sangat besar dalam menyadarkan masyarakat akan pentingnya pencegahan ini,” tegasnya.
Ke depan, Distan Buleleng akan terus meningkatkan sosialisasi serta memperkuat kolaborasi dengan desa-desa. Suparma yakin dengan sinergi antara pemerintah, Tisira, dan dukungan masyarakat, penyebaran rabies di Buleleng bisa terus ditekan. (PR/DTK)




Discussion about this post