Balipustakanews.com, Denpasar – Perencanaan lalu lintas (traffic) akan diterapkan di beberapa ruas jalan selama World Water Forum (WWF) ke-10 di Bali. Penutupan jalan tersebut bersifat sementara dan hanya berlaku pada ruas tertentu saja.
“Lokasi penyekatan jalan terbatas (hanya di ruas jalan tertentu). Waktunya terbatas, hanya beberapa menit saja,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) Bali Dewa Made Indra dalam jumpa pers persiapan Bali menjadi tuan rumah pertemuan sebuah acara 10. WWF melalui YouTube pada Selasa (5 Juli).
Dewa Indra mengatakan, pembatas jalan tersebut hanya untuk mengamankan pergerakan mobil rombongan utama. Jalan yang ditutup akan dibuka kembali setelah lewatnya mobil-mobil utama yang berwenang.
Masyarakat juga diminta menghentikan aktivitasnya di jalan yang dilalui delegasi utama. Namun Dewa Indra tidak menyebutkan ruas jalan mana saja yang akan dibuka dan ditutup.
“Agar (pergerakan mobil) tidak menimbulkan hambatan bagi rombongan utama. Bila perlu juga harus mengurangi aktivitas masyarakat di tempat,” kata Dewa Indra.
Dewa Indra menegaskan, penutupan jalan tersebut tidak bersifat permanen. Menurutnya, mobilitas dan aktivitas masyarakat juga penting untuk kelangsungan perekonomian Bali.
Selain pengaturan lalu lintas, gedung perkantoran dan sekolah di sepanjang jalan yang dilalui delegasi juga diminta ditutup. Karyawan dan pelajar diminta bekerja atau belajar dari rumah.
Jika situasi industri mengharuskan siswa sekolah belajar online, kami akan memanfaatkan peluang itu. “Kami sudah berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Badung karena acaranya akan diadakan di sana,” kata Dewa Indra seraya menambahkan, para undangan dan tamu lainnya dimohon hadir lebih awal dari jadwal kedatangan perwakilan.
Menurut Dewa Indra, hal itu dilakukan untuk menghindari kemacetan di jalan raya. Khususnya pada jalur delegasi.
Undangan daerah dan pemerintah daerah, kami undang lebih awal dari delegasi. Supaya mereka tidak turun ke jalan. Agar tidak terlalu banyak orang yang turun ke jalan. “Kemudian delegasi kita akan berangkat,” ujarnya.
Direktur Bidang Lalu Lintas (Kabid) I. Putu Sutaryana dari Dinas Lalu Lintas Bali mengatakan, durasi lampu lalu lintas akan diatur. Durasi acara lebih lama dibandingkan lampu merah saat mobil delegasi lewat”Kami pantau ATCS (sistem pengatur lalu lintas daerah) selama 24 jam. “Kemudian, saat delegasi datang, kami mempercepat lampu merah ( durasi ), lampu hijaunya kita perpanjang,” kata Sutaryana.
Sutaryana juga tidak menyebutkan rute yang akan diambil delegasi tersebut. Menurut dia, polisi mengambil alih jalur tersebut bekerja sama dengan pasukan keamanan presiden (Paspampres).
FYI, rute perjalanan perwakilan WWF ke-10 pada acara tersebut dimulai dari Bandara Internasional Ngurah Rai menuju beberapa lokasi di Bali. Di antaranya Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kura Kura Bali, Situs Lukisan Pura Tirta Empuli, Tampaksiring, Gianyar dan masih banyak lagi objek wisata lainnya. (PR/DTK)




Discussion about this post