BALIPUSTAKANEWS – Menurut kepercayaan masyarakat bali dahulu bawang metunu di beri jelada adalah obat alternatif niskala yang mampu menyembuhkan atau menangkal aura negatif, salah satunya kepada bayi yang menangis tanpa sebab yang jelas. Biasanya disarankan menggunakan Bawang Metunu (diberi jelaga) dari kompor kemudian dikelupas dan di tempeli pada ubun-ubun bayi, dada, pundak, dan setiap persendian tubuh, setelah itu bayi akan segera berhenti menangis.

Metode ini digunakan sebagai alternatif niskala yang sederhana dan efektif, begitu pula saat ingin mengajak bayi bepergian keluar rumah, Bawang selalu ditempel pada tubuh bayi atau pada kening, agar terhindar dari aura-aura jahat.
Bawang merah dalam Usada Bali memang banyak digunakan sebagai obat, yang paling sederhana adalah bawang merah sebagai penurun panas dengan cara memarutnya kemudian dicampur dengan minyak kelapa ditambah garam kemudian dibalurkan ke seluruh tubuh ataupun dipakai untuk memijat.
Secara ilmiah Bawang memiliki khasiat antara lain,
Membersihkan Darah
Menempelkan irisan Bawang kurang lebih selama 4 jam pada telapak kaki dapat membuka jalur-jalur listrik (meridian) di dalam tubuh, yang bertujuan membantu memurnikan organ internal. Asam fosfat dari bawang diserap melalui trans-dermal pada telapak kaki dan masuk ke pembuluh sehingga mampu menyerap racun dalam darah. Terbukanya meredian, juga dapat membantu membunuh bakteri, kuman dan patogen.
Menetralisir Udara






Discussion about this post