• Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Profile
  • Pedoman Siber
  • Redaksi
  • Kontak
Saturday, April 25, 2026
Balipustakanews
  • Home
  • News
  • Bali
  • Teknologi
  • Ekbis
  • Health
  • Hiburan
  • Seni & Budaya
  • Lifestyle
  • Seksologi
  • Zodiak
  • Opini
  • Review
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Bali
  • Teknologi
  • Ekbis
  • Health
  • Hiburan
  • Seni & Budaya
  • Lifestyle
  • Seksologi
  • Zodiak
  • Opini
  • Review
No Result
View All Result
Balipustakanews
Home Seni & Budaya

Makna Filsafat DiBalik Budaya Di Hari Raya Saraswati

reda/cy by reda/cy
August 28, 2021
in Seni & Budaya
Share Share Share

ArtikelTerhubung

Kebersamaan Banjar dan Hotel Ramaikan Gelaran Budaya di The Nusa Dua Festival 2025

Kebersamaan Banjar dan Hotel Ramaikan Gelaran Budaya di The Nusa Dua Festival 2025

October 26, 2025
Melalui Tumpek Wariga, Bali Rayakan Keharmonisan antara Alam dan Manusia

Melalui Tumpek Wariga, Bali Rayakan Keharmonisan antara Alam dan Manusia

October 26, 2025
Menghindari Emosi
Ya, menghindari emosi. Terkadang, saat membaca buku, pembaca merasakan suatu emosi tertentu, baik itu emosi yang bersifat positif atau negatif. Yang berbahaya adalah, saat emosi tersebut berupa emosi negatif, maka seseorang cenderung akan berpikiran buruk, bahkan hingga mengeluarkan kata-kata umpatan, yang tentu saja tidak dianjurkan di hari suci, di depan sastra suci pula. Dengan logika ini, maka sebenarnya juga tak dianjurkan untuk membaca, termasuk membaca melalui perangkat elektronik meskipun yang disajikan upacara banten hanya buku-buku dan lontar saja.
“Kalau untuk menyepikan diri memang sebaiknya semua disenyapkan, apalagi media sosial. Media sosial itu kan rentan hujatan. Padahal, tulisan itu wahana untuk menyampaikan ilmu yang bisa digunakan manusia untuk menjadi makhluk utama, bukan untuk meboye apalagi saling hujat,” lanjut alumnus Institut Hindu Dharma Negeri Denpasar ini.
Tak Membaca, Tak Menulis
Tak hanya tak dianjurkan untuk membaca selama perayaan Hari Raya Saraswati, namun hal ini juga berlaku bagi kegiatan menulis. Dijelaskan oleh Putu Sabda, hal ini ada kaitannya dengan sistem penulisan lontar pada jaman dulu. “Orang dulu kan menulis sesuatu di lontar. Nah, kalau sekalinya ada salah menulis, itu lontarnya langsung dibejek lalu dibuang, ulang dari awal lagi. Itu istilahnya ‘membunuh aksara’, yang juga tidak patut dilakukan ketika ilmu pengetahuan dianugerahkan. Kalau jaman sekarang istilahnya men-delete tulisan,” jelasnya.
Lalu, dengan berbagai penjelasan tersebut, kapan anjuran ‘tak membaca’ ini berakhir? Di antara banyaknya anggapan bahwa anjuran ini berlaku seharian penuh, ada pula yang mengambil batas waktu persembahyangan setelah jam 12 siang sebagai batas. Namun, di sore hari, umat sudah boleh kok, membaca atau menulis lagi. (CF/Google)

 

Page 2 of 2
Prev12
Tags: Seni Budaya
ShareSendTweet
Next Post
Koster Bangun sekolah baru SMA N 2 Kuta Utara di Kerobokan Badung

Koster Bangun sekolah baru SMA N 2 Kuta Utara di Kerobokan Badung

Discussion about this post

Bali

Anjay Kelasss

by admin
October 31, 2025
0

Anajay guninjay

Read more
Hadiri Forum CityNet Asia Pacific ke-45, Wagub Giri Prasta Tegaskan Pentingnya Kolaborasi Antar-Kota
Bali

Hadiri Forum CityNet Asia Pacific ke-45, Wagub Giri Prasta Tegaskan Pentingnya Kolaborasi Antar-Kota

October 28, 2025
Pengguna Instagram Kini Dapat Manfaatkan Fitur Edit Stories dengan Bantuan Meta AI
News

Pengguna Instagram Kini Dapat Manfaatkan Fitur Edit Stories dengan Bantuan Meta AI

October 27, 2025
Balipustakanews

Berita Online Bali Terkini & Terpercaya Berita Ekonomi, Bisnis, Wisata, Budaya Bali, Politik, Teknologi, Hukum, Kriminal, Pendidikan di Bali, Nasional & Dunia

Follow Us

Kategori Berita

  • Apps
  • Arak Bali
  • Automotive
  • Badung
  • Bahan Pokok
  • Bali
  • Bangli
  • Bawaslu badung
  • Bisnis
  • Buleleng
  • COK ACE
  • Covid 19
  • Denpasar
  • Edukasi
  • Ekbis
  • Fashion
  • FIFA-U20
  • Film
  • Gadget
  • Gaming
  • Gianyar
  • Gubernur Bali
  • Hari Pahlawan
  • Health
  • Health
  • Hiburan
  • Hukrim
  • I Gusti Ngurah Rai
  • Investasi dan Perekonomian Bali
  • Jakarta
  • Jembrana
  • Jepang
  • Karangasem
  • Kawasan Pura Besakih
  • KBLBB
  • KDRT
  • Kebakaran TPA
  • Kios Pedagang
  • Klungkung
  • Kuliner
  • Lifestyle
  • Liga Kampung
  • Mangupura
  • Margarana
  • Medan
  • Musik
  • Nasional
  • News
  • Ngayah
  • Ny putri koster
  • Opini
  • Pahlawan
  • Paritrana Award 2023
  • Pemilu
  • Pemilu 2024
  • Pemprov Bali
  • Penanganan Sampah
  • Pendidikan
  • Pengolahan Sampah
  • Perda Provinsi Bali
  • Perkemahan Pramuka
  • Perlindungan Anak
  • Pilpres 2024
  • Pj Gubernur Bali
  • Politik
  • Posyandu
  • Pramuka
  • Presiden RI
  • Program Pengelolaan sampah berbasis sumber
  • Pulau Samosir
  • Pura Agung Besakih
  • Review
  • Seksologi
  • Seni & Budaya
  • senimam
  • SP4M-LAPOR
  • Sports
  • Startup
  • Stunting
  • Tabanan
  • Teknologi
  • TP PKK
  • Travel
  • U – 20
  • UMKM
  • Warisan Leluhur
  • World
  • Zodiak

Berita Terbaru

Anjay Kelasss

October 31, 2025
Hadiri Forum CityNet Asia Pacific ke-45, Wagub Giri Prasta Tegaskan Pentingnya Kolaborasi Antar-Kota

Hadiri Forum CityNet Asia Pacific ke-45, Wagub Giri Prasta Tegaskan Pentingnya Kolaborasi Antar-Kota

October 28, 2025
Pengguna Instagram Kini Dapat Manfaatkan Fitur Edit Stories dengan Bantuan Meta AI

Pengguna Instagram Kini Dapat Manfaatkan Fitur Edit Stories dengan Bantuan Meta AI

October 27, 2025
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Profile
  • Pedoman Siber
  • Redaksi
  • Kontak

© 2020 Balipustakanews - Berita Bali Terkini & Terpercaya

No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Bali
  • Teknologi
  • Ekbis
  • Health
  • Hiburan
  • Seni & Budaya
  • Lifestyle
  • Seksologi
  • Zodiak
  • Opini
  • Review

© 2020 Balipustakanews - Berita Bali Terkini & Terpercaya