• Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Profile
  • Pedoman Siber
  • Redaksi
  • Kontak
Saturday, April 25, 2026
Balipustakanews
  • Home
  • News
  • Bali
  • Teknologi
  • Ekbis
  • Health
  • Hiburan
  • Seni & Budaya
  • Lifestyle
  • Seksologi
  • Zodiak
  • Opini
  • Review
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Bali
  • Teknologi
  • Ekbis
  • Health
  • Hiburan
  • Seni & Budaya
  • Lifestyle
  • Seksologi
  • Zodiak
  • Opini
  • Review
No Result
View All Result
Balipustakanews
Home Seni & Budaya

Makna Filsafat DiBalik Budaya Di Hari Raya Saraswati

reda/cy by reda/cy
August 28, 2021
in Seni & Budaya
Makna Filsafat DiBalik Budaya Di Hari Raya Saraswati
Share Share Share

ArtikelTerhubung

Kebersamaan Banjar dan Hotel Ramaikan Gelaran Budaya di The Nusa Dua Festival 2025

Kebersamaan Banjar dan Hotel Ramaikan Gelaran Budaya di The Nusa Dua Festival 2025

October 26, 2025
Melalui Tumpek Wariga, Bali Rayakan Keharmonisan antara Alam dan Manusia

Melalui Tumpek Wariga, Bali Rayakan Keharmonisan antara Alam dan Manusia

October 26, 2025
BALIPUSTAKANEWS – Hari Raya Saraswati merupakan salah satu perayaan besar bagi Umat Agama Hindu yang biasa dilaksanakan pada Saniscara (Sabtu) Umanis Watugunung. Menurut kepercayaan Umat Hindu , Hari Raya Saraswati merupakan salah satu hari dimana  merayakan turunnya ilmu pengetahuan yang dilambangkan oleh Dewi Saraswati sebagai Dewi Ilmu Pengetahuan.
Di hari ini, para umat Hindu akan melakukan persembahyangan dan menghaturkan banten di atas tumpukan sumber kesusastraan, seperti buku  dan lontar. Penghaturan banten di atas tumpukan buku ini menyebabkan buku-buku tersebut tak bisa dibaca, yang menimbulkan budaya atau mitos ‘tak boleh membaca saat Hari Saraswati’.
Di satu sisi, memang benar budaya ini terjadi karena buku-buku tersebut sedang diperlakukan sakral sehingga tak boleh ‘diganggu’ pada hari turunnya ilmu pengetahuan. Di hari suci ini, Dewi Saraswati yang menjadi dewi ilmu pengetahuan malinggih di sumber-sumber sastra tersebut. Namun di balik itu, ada juga makna filsafat yang lebih mendalam yang menjelaskan budaya ini.
Sakral
Yang pertama, dilihat dari sisi sejarah Hindu, umat Hindu pada zaman dahulu tak sembarangan boleh dan bisa memahami bacaan lontar atau Weda yang menjadi kitab suci agama Hindu. Pemahaman terhadap teks kesusastraan hanya  terbatas pada masyarakat yang terpelajar. Maka, masyarakat biasa yang tak bisa atau boleh membacanya, menganggap buku atau lontar kesusastraan sebagai barang yang sakral.
“Tak seperti sekarang, kita selesai membaca buku langsung ditaruh sembarangan. Bayangkan orang zaman dulu yang tak bisa membaca, mereka menganggap lontar adalah barang sakral yang tak bisa diperlakukan sembarangan. Maka dari itu, di Hari Saraswati ini kita memperlakukan buku sebagai barang sakral,” ujar Dr Putu Sabda Jayendra SPdH MPdH, dosen agama Hindu Sekolah Tinggi Pariwisata Bali Internasional.
Page 1 of 2
12Next
Tags: Seni Budaya
ShareSendTweet
Next Post
Koster Bangun sekolah baru SMA N 2 Kuta Utara di Kerobokan Badung

Koster Bangun sekolah baru SMA N 2 Kuta Utara di Kerobokan Badung

Discussion about this post

Bali

Anjay Kelasss

by admin
October 31, 2025
0

Anajay guninjay

Read more
Hadiri Forum CityNet Asia Pacific ke-45, Wagub Giri Prasta Tegaskan Pentingnya Kolaborasi Antar-Kota
Bali

Hadiri Forum CityNet Asia Pacific ke-45, Wagub Giri Prasta Tegaskan Pentingnya Kolaborasi Antar-Kota

October 28, 2025
Pengguna Instagram Kini Dapat Manfaatkan Fitur Edit Stories dengan Bantuan Meta AI
News

Pengguna Instagram Kini Dapat Manfaatkan Fitur Edit Stories dengan Bantuan Meta AI

October 27, 2025
Balipustakanews

Berita Online Bali Terkini & Terpercaya Berita Ekonomi, Bisnis, Wisata, Budaya Bali, Politik, Teknologi, Hukum, Kriminal, Pendidikan di Bali, Nasional & Dunia

Follow Us

Kategori Berita

  • Apps
  • Arak Bali
  • Automotive
  • Badung
  • Bahan Pokok
  • Bali
  • Bangli
  • Bawaslu badung
  • Bisnis
  • Buleleng
  • COK ACE
  • Covid 19
  • Denpasar
  • Edukasi
  • Ekbis
  • Fashion
  • FIFA-U20
  • Film
  • Gadget
  • Gaming
  • Gianyar
  • Gubernur Bali
  • Hari Pahlawan
  • Health
  • Health
  • Hiburan
  • Hukrim
  • I Gusti Ngurah Rai
  • Investasi dan Perekonomian Bali
  • Jakarta
  • Jembrana
  • Jepang
  • Karangasem
  • Kawasan Pura Besakih
  • KBLBB
  • KDRT
  • Kebakaran TPA
  • Kios Pedagang
  • Klungkung
  • Kuliner
  • Lifestyle
  • Liga Kampung
  • Mangupura
  • Margarana
  • Medan
  • Musik
  • Nasional
  • News
  • Ngayah
  • Ny putri koster
  • Opini
  • Pahlawan
  • Paritrana Award 2023
  • Pemilu
  • Pemilu 2024
  • Pemprov Bali
  • Penanganan Sampah
  • Pendidikan
  • Pengolahan Sampah
  • Perda Provinsi Bali
  • Perkemahan Pramuka
  • Perlindungan Anak
  • Pilpres 2024
  • Pj Gubernur Bali
  • Politik
  • Posyandu
  • Pramuka
  • Presiden RI
  • Program Pengelolaan sampah berbasis sumber
  • Pulau Samosir
  • Pura Agung Besakih
  • Review
  • Seksologi
  • Seni & Budaya
  • senimam
  • SP4M-LAPOR
  • Sports
  • Startup
  • Stunting
  • Tabanan
  • Teknologi
  • TP PKK
  • Travel
  • U – 20
  • UMKM
  • Warisan Leluhur
  • World
  • Zodiak

Berita Terbaru

Anjay Kelasss

October 31, 2025
Hadiri Forum CityNet Asia Pacific ke-45, Wagub Giri Prasta Tegaskan Pentingnya Kolaborasi Antar-Kota

Hadiri Forum CityNet Asia Pacific ke-45, Wagub Giri Prasta Tegaskan Pentingnya Kolaborasi Antar-Kota

October 28, 2025
Pengguna Instagram Kini Dapat Manfaatkan Fitur Edit Stories dengan Bantuan Meta AI

Pengguna Instagram Kini Dapat Manfaatkan Fitur Edit Stories dengan Bantuan Meta AI

October 27, 2025
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Profile
  • Pedoman Siber
  • Redaksi
  • Kontak

© 2020 Balipustakanews - Berita Bali Terkini & Terpercaya

No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Bali
  • Teknologi
  • Ekbis
  • Health
  • Hiburan
  • Seni & Budaya
  • Lifestyle
  • Seksologi
  • Zodiak
  • Opini
  • Review

© 2020 Balipustakanews - Berita Bali Terkini & Terpercaya