Balipustakanews.com, Jembrana – Tugu yang merupakan tonggak sejarah di Desa Banjar Pe Buah Banyubiru, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana, Bali, ini roboh karena rusak dan rusak. Tugu yang berada di pinggir pantai hancur, begitu pula rumah warga sekitar.
Monumen ini dibangun untuk mengenang peristiwa yang berkaitan dengan pendaratan pasukan Kapten Markad pada Perang Laut I pada tanggal 4 April 1946. Monumen ini merupakan simbol bahwa tempat ini berkaitan dengan sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia. invasi militer 78 tahun yang lalu.
Namun erosi pantai yang parah menghancurkan keberadaan monumen bersejarah ini. Bagian atas tugu hancur dan pondasi miring ke arah laut. Padahal, monumen ini masih berdiri beberapa hari lalu.
“Saat ombak besar, saat ombak menerpa bulan purnama, pondasi ambruk sehingga tugu roboh dan hancur,” kata warga Banjar Pe Buah yang enggan disebutkan namanya melalui telepon pada Selasa (28 Mei).
Menanggapi hal tersebut, Jembrana I Nengah Tamba menegaskan tugu perang yang hancur akan dibangun kembali setelah pembangunan pagar pengaman pantai selesai.
“Saat ini kami masih membangun pemancar di Banjar Pe Buah. Nanti monumen yang rusak akan kami bangun kembali,” kata Tamba.
Menurutnya, pembangunan tugu tersebut dilakukan setelah pembangunan pemancar untuk menentukan tempat yang lebih strategis dan aman agar tidak terjadi kerusakan lagi di kemudian hari. Nanti kita tentukan lokasi pastinya, tambah Tamba. (PR/DTK)




Discussion about this post