Balipustakanews.com, Denpasar – Ni Nengah Budawati, pendiri LBH Bali WCC sekaligus pengawas anak dan perempuan, dikeluarkan dari organisasi masyarakat (ormas) Patriot Garuda Nusantara (PGN). Budawati berencana menjadi salah satu pembicara pada Forum Air Rakyat (PWF) yang diselenggarakan oleh Pro Demokrasi (Prodem) Bali atau acara Forum Air untuk Rakyat di Denpasar
“Kami rutin berbincang tentang perempuan dan lingkungan serta air, jadi kalau event ini tidak kita selesaikan “Suratnya dimana? Mereka tidak mengatakan apa-apa dari Polda,” kata Budawati saat ditemui media di luar forum, Selasa (21 Mei).
Setelah itu, ia langsung menanyakan hal tersebut ke Polda Bali. Namun, ia tidak mendapat penjelasan. Dalam dialog dengan ormas tersebut, Budawati mengajak mereka berdiskusi bersama.
Bahkan, ia mengusulkan penertiban kegiatan tersebut, jika diduga mengganggu ketertiban umum. “Kalau menyangkut kami atau gerakan yang mengancam ketertiban umum, kami tahu risikonya,” lanjutnya.
Katanya ada anggota LBH Bali yang dipukul. Mantan MKMK Dewa Palguna yang juga menjadi narasumber forum tersebut juga dicekal.
“Tadi Pak Palguna menjadi narasumber. Hari ini ada sesi dimana saya dan ibu-ibu masyarakat berebut air. Saya undang mereka ke sini dan mereka meminta saya menjadi narasumber,” jelasnya.
Sambil memantau lokasi, ormas menutup hotel yang digunakan untuk pertemuan para aktivis. Media tidak diperbolehkan masuk karena tidak tertarik.
Pintu masuk Hotel Oranjje ditutup dengan kursi kayu dan tanda berhenti. Duduk di pintu masuk, mereka berjaga. Petugas Satpoli PP dan petugas pecalang juga terlihat berjaga di halaman hotel.Menurut sumber, setidaknya ada 20 aktivis yang ditangkap di Hotel Oranjje, bahkan tak sedikit dari mereka yang ikut serta dalam acara tersebut ditangkap di hotel tersebut. (PR/DTK)




Discussion about this post