Balipustakanews.com, Klungkung – Pembangunan di Kabupaten Klungkung menuai kritik di media sosial, dengan tudingan bahwa Pemkab Klungkung menganaktirikan infrastruktur di Nusa Penida. Penjabat (Pj) Bupati Klungkung, I Nyoman Jendrika, mengakui ada keluhan terkait kesenjangan infrastruktur antara Klungkung daratan dan Nusa Penida, namun ia menegaskan bahwa Nusa Penida tetap menjadi prioritas utama.
Jendrika menjelaskan bahwa Pemkab Klungkung telah mengalokasikan anggaran untuk pembangunan infrastruktur di Nusa Penida, termasuk perbaikan jalan dan pengadaan air bersih, yang merupakan bagian penting dari sektor pariwisata.
Pada tahun ini, dua ruas jalan baru di Nusa Penida sedang dibangun dengan dana dari Instruksi Presiden (Inpres), yaitu Jalan Bunga Mekar-Pura Kalibun sepanjang 6 km dengan anggaran Rp 37 miliar dan jalur Lembongan-Klatak sepanjang 4,4 km dengan anggaran Rp 20 miliar. Jendrika juga menambahkan bahwa APBD 2024 telah menganggarkan pembangunan Jalan Jungut Batu-Klatak sepanjang 2,15 km dengan biaya Rp 6,3 miliar.
Kritik terkait kesenjangan pembangunan di Klungkung daratan dan Nusa Penida sempat viral di media sosial, di mana pengunggah video membandingkan megahnya Pasar Semarapura di Klungkung daratan dengan kondisi Nusa Penida yang jauh dari kesan mewah.
Menanggapi hal ini, Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian, dan Perdagangan Klungkung, I Wayan Ardiasa, menjelaskan bahwa pembangunan Pasar Semarapura didanai oleh pemerintah pusat dan Pasar Mentigi di Nusa Penida juga telah diusulkan untuk perbaikan dengan nilai usulan Rp 40 miliar. (PR/DTK)




Discussion about this post