Balipustakanews.com, Denpasar – Bali Spirit Festival (BSF) kembali hadir tahun ini dengan tema “Come Together” pada tanggal 1 hingga tanggal 5. Mei 2024. Festival ini akan diadakan di Puri Padi Hotel dan Yoga Barn Bali Festival di Ubud, Gianyar.
Salah satu pendiri Bali Spirit Festival, I Made Gunarta, menjelaskan bahwa tujuan festival ini sebenarnya untuk menyadarkan mengembangkan potensi yang dimiliki setiap orang, apalagi di saat muncul tragedi bom Bali tahun 2002.
Jadi tujuannya bagaimana menjadikan Bali memiliki semangat yang luar biasa, semangat Bali harus dikembangkan. , Spiritualitas itu banyak aspeknya,” jelas pria yang akrab disapa Dekgun ini, Sabtu (27 April).
Bali Spirit Festival sudah digelar 14 kali dan sudah tiada. Selama dua tahun akibat pandemi COVID-19. Festival ini awalnya didirikan pada tahun 2008 dengan jumlah peserta sebanyak 150 orang, dan festival sebelumnya diikuti lebih dari 5.000 peserta, termasuk 1.000 peserta dari Bali dan pengunjung dari 60 negara lainnya.
Salah satu panitia Bali Spirit Festival, Noviana Kusumawardhani, menjelaskan bahwa festival ini diadakan di luar musim di Bali. Festival ini diharapkan dapat memberikan dampak bagi perekonomian Bali.
“Kami juga ingin festival ini menjadi ajang pertumbuhan ekonomi, sehingga membuka UKM di bidang kesehatan,” kata Novi.
Novi mengatakan manfaat Bali Spirit Festival akan berdampak pada homestay atau hotel, driver lokal, warung makan, pekerja seni lokal, pekerja lokal dan tempat wisata Bali Spirit Festival serta workshop lainnya; pertunjukan seni dan musik dengan lebih dari 250 seniman Bali, Indonesia dan global; Pasar Pameran Dharma, yang dipenuhi oleh lebih dari 45 UKM produk kesehatan, kerajinan, dan FandB reformasi, program kesehatan dan pendidikan serta pusat pengobatan dan kebugaran.
Mayoritas pengunjung Bali Spirit Festival tahun 2023 berasal dari Eropa, yaitu sebesar 30,2 persen. Lalu China, India, Australia, Afrika dan masih banyak lainnya.
Menurut I Ketut Yadnya Winarta, Ketua Satgas Promosi Dinas Pariwisata (Dispar) Bali, festival ini menjelaskan positif kunjungan wisatawan ke Bali. Misalnya, apartemen hotel meningkat di dalam dan sekitar Ubud, termasuk Kuta.
“Wisatawan udara dan ekonomi manusia di sekitar Ubud juga meningkat,” jelasnya.
Ketut mengatakan, Dinas Pariwisata Bali tidak ingin menawarkan atraksi wisata yang monoton kepada wisatawan. Salah satunya dengan menyelenggarakan festival yang dapat menjadi ikon atau andalan pariwisata Bali.
“Selain itu, Bali Spirit Festival ini merupakan salah satu acara yang kami jadikan ikon Bali,” ujarnya. (PR/DTK)




Discussion about this post