BALIPUSTAKANEWS – Dalam menyambut Hari Raya Galungan dan Kuningan dalam Agama Hindu khususnya di Bali, biasanya terdapat rententetan upacara. Dimulai dengan hari Tumpek Wariga dan selanjutnya menjelang seminggu sebelum Galungan, dikenal dengan sugihan. Sugihan dikenal dibagi menjadi dua yaitu Sugihan Jawa dan Sugihan bali.
Sugihan Jawa yaitu suatu upacara yang berfungsi untuk membersihkan Bhuana Agung atau alam semesta (makrokosmos), baik sekala maupun niskala. Berdasarkan lontar Sundarigama, sugihan jawa diartikan sebagai pesucian dewa kalinggama pamrastista bhatara kabeh (pesucian dewa, karena itu hari penyucian semua bhatara). Biasanya pada Sugihan Jawa biasanya yang disucikan adalah buana agung atau alam semesta seperti misalnya membersihkan pelinggih atau tempat – tempat suci yang digunakan sebagai tempat pemujaan, membersihkan alam lingkungan, baik pura, tempat tinggal dan peralatan upacara di masing-masing tempat suci.
Sedangkan untuk Sugihan Bali adalah upacara yang bertujuan untuk menyucikan buana alit atau mikrokosmos (manusia) secara sekala dan niskala, sehingga bersih dari perbuatan – perbuatan yang ternoda atau pembersihan lahir dan bathin.Pembersihan dapat dilakukan dengan penglukatan, sarananya dapat menggunakan bungkak nyuh gading. Dalam lontar sundarigama, sugihan bali bermakna kalinggania amrestista raga tawulan yang artinya oleh karenanya menyucikan badan jasmani -rohani masing-masing / mikrokosmos yaitu dengan memohon tirta pembersihan / penglukatan.






Discussion about this post