Balipustakanews.com, Denpasar – Pasangan suami istri I Made Ari dan Komang Novi serta balitanya Putu Gede Arta tewas terpanggang dalam kebakaran di Blok I, Jalan Dukuh Sari Gang Banteng, Desa Sesetan, Denpasar, Bali pada Senin (6/5). Jeritan dan jeritan terdengar dari dalam apartemen saat kebakaran terjadi.
Tetangga korban Maward (25) terdengar menangis dan menjerit. “Saya mendengar teriakan minta tolong dari dalam,” kata Mawardi usai ditemui di lokasi kejadian, Selasa (7 Juni) sore.
Pria asal Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) ini mengaku awalnya baru pulang kerja dan memarkir sepeda motornya di seberang rumah kontrakan korban. Saat memarkir sepeda motornya, Mawardi melihat api berkobar di depan rumah kontrakan korban serta mendengar teriakan ibu-ibu dan tangisan bayi dari lokasi kejadian.
Seorang pria yang tinggal di kos-kosan dekat tempat korban bergegas meminta pertolongan kepada warga sekitar. Mawardi meminta warga membantu memadamkan api sebisa mungkin. Ia bersama warga sekitar berusaha memadamkan api yang semakin parah.
Mawardi menjelaskan, warga bergotong royong memadamkan api saat terjadi kecelakaan. Dalam kejadian tersebut, Mawardi juga melihat dan mendengar suara percikan api dan ledakan kecil kabel di atas rumah kontrakan korban.
Mawardi mengetahui hanya tiga orang yang berada di dalam rumah kontrakan saat kebakaran terjadi. Namun, ia dan warga lainnya tidak lagi mendengar teriakan minta tolong dan tangisan anak-anak kecil dari apartemen yang terbakar usai upaya pemadaman.
Tetangga lainnya, Ni Nengah Esa (40), mengatakan, ketiga korban tewas terpanggang hanya tinggal di rumah kontrakan yang terbakar selama kurang lebih empat bulan. Suaminya bekerja di bisnis outsourcing di Benoa, sedangkan istrinya online dan berjualan online, kata Esa.
Ayam Merah sebelumnya merusak sebuah wisma di Desa Sesetan, Kota Denpasar, Bali. Tiga penghuni kost tewas dalam kebakaran tersebut.
“Benar, ada tiga orang yang terpanggang dalam api,” kata Kepala Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Kota Denpasar I Made Tirana, Selasa (5 Juli). (PR/DTK)




Discussion about this post